Apakah Perbedaan Antara Parfum atau Wewangian Wanita Dan Laki-Laki

Febri Hidayan
01 March 2020 - 17:20


Terdapat dalil dalam masalah ini;

Yang mana Rasulullah ﷺ telah bersabda:

إِنَّ خَيْرَ طِيبِ الرَّجُلِ مَا ظَهَرَ رِيحُهُ وَخَفِيَ لَوْنُهُ، وَخَيْرَ طِيبِ النِّسَاءِ مَا ظَهَرَ لَوْنُهُ وَخَفِيَ رِيحُهُ

“Sesungguhnya sebaik-baik wewangian (bagi) laki-laki adalah yang nampak baunya dan tersembunyi warnanya.

Dan sebaik-baik wewangian (bagi) wanita adalah yang nampak warnanya dan tersembunyi baunya” (📚 HR. Ahmad 4/442, At Tirmidzi, no. 2788, Abu Dawud no. 4048, dan dishahihkan oleh Al Albani dalam Shahih Sunan At Tirmidzi 3/112-113)

✓ Wewangian/parfum yang biasa dipakai wanita adalah za’faran (saffran)...

Diantara dalilnya adalah:

عَنْ أَنَسٍ، أَنّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَأَى عَبْدَ الرَّحْمَنِ بْنَ عَوْفٍ وَعَلَيْهِ رَدْعُ زَعْفَرَانٍ، فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: " مَهْيَمْ "، فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، تَزَوَّجْتُ امْرَأَةً، قَالَ: " مَا أَصْدَقْتَهَا؟ " قَالَ: وَزْنَ نَوَاةٍ مِنْ ذَهَبٍ، قَالَ: " أَوْلِمْ وَلَوْ بِشَاةٍ

Dari Anas: Bahwasannya Rasulullah ﷺ pernah melihat Abdurrahmaan bin ‘Auf yang padanya terdapat bekas _(bekas za’faran yang dipakai istrinya untuk berhias-pent)_ kuning za’faran.

Maka Nabi ﷺ bersabda: “Apakah itu?”. Ia menjawab:

“Wahai Rasulullah ﷺ, aku telah menikahi seorang wanita”. Beliau bersabda:

“Mahar apa yang engkau berikan?”. Ia menjawab:

“Emas sebesar biji kurma”.

Beliau ﷺ bersabda:

“Adakanlah walimah meskipun hanya menyembelih satu ekor kambing” (📚 HR. Abu Dawud no. 2109; dishahihkan oleh Al Albani dalam Shahih Sunan Abi Dawud, 1/589)

✓ Dan Misk adalah minyak wangi laki-laki. Misk adalah wewangian yang sangat wangi.

عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: " أَطْيَبُ الطِّيبِ الْمِسْكُ ". قَالَ أَبُو عِيسَى: هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ

Dari shahabat Abu Sa’id Al Khudri, -radhiyallahu 'anhu- ia berkata : Telah bersabda Rasulullah ﷺ : “Wangi-wangian yang paling baik adalah misk” (📚 HR. At Tirmidzi no. 991, dan ia berkata: *“Ini adalah hadits hasan shahih”*)

_Akan tetapi bukan berarti seorang wanita tidak diperbolehkan memakai Misk⁉_

Bahkan telah datang salah satu riwayat dalam Shahih Muslim;

عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ أَسْمَاءَ، سَأَلَتِ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ غُسْلِ الْمَحِيضِ؟ فَقَالَ: تَأْخُذُ إِحْدَاكُنَّ مَاءَهَا وَسِدْرَتَهَا، فَتَطَهَّرُ فَتُحْسِنُ الطُّهُورَ، ثُمَّ تَصُبُّ عَلَى رَأْسِهَا، فَتَدْلُكُهُ دَلْكًا شَدِيدًا، حَتَّى تَبْلُغَ شُئُونَ رَأْسِهَا، ثُمَّ تَصُبُّ عَلَيْهَا الْمَاءَ، ثُمَّ تَأْخُذُ فِرْصَةً مُمَسَّكَةً، فَتَطَهَّرُ بِهَا، فَقَالَتْ أَسْمَاءُ: وَكَيْفَ تَطَهَّرُ بِهَا ؟ فَقَالَ: سُبْحَانَ اللَّهِ، تَطَهَّرِينَ بِهَا، فَقَالَتْ عَائِشَةُ: كَأَنَّهَا تُخْفِي ذَلِكَ، تَتَبَّعِينَ أَثَرَ الدَّمِ......

Dari Aisyah : Bahwasannya Asma’ pernah bertanya kepada Nabi ﷺ tentang mandi haidh. Maka beliau ﷺ menjawab :

“Hendaknya engkau mengambil air dan daun bidara. Lalu bersuci (wudhu) dan membaguskannya. Kemudian menyiram air di kepalanya, lalu menggosoknya dengan gosokan yang kuat hingga menyentuh kulit kepalanya. Lalu dia menuangkan air di kepalanya. Kemudian dia ambil kain/kapas yang diberi *Minyak Misk* , lalu dia bersuci dengan kapas itu”. Asma’ bertanya lagi:

“Bagaimana aku bersuci dengan kapas itu ?”.

Beliau ﷺ menjawab : “Subhanallah, engkau pakai kapas itu untuk bersuci”.

Aisyah mengatakan -seakan-akan ia tidak mengetahuinya- :

“Engkau usap bekas-bekas darahnya (dengan kapas/kain itu)” (📚 HR. Imam Muslim no. 245)

```Seorang wanita/istri juga dianjurkan untuk senantiasa wangi dihadapan suaminya, hingga saat haidh selesai, ia diperintahkan untuk membersihkan bekas darah dengan kain yang dicampuri minyak wangi sehingga bau tak sedang yang lazim timbul dari wanita yang sedang haidh hilang.```

https://thalabulilmisyari.com/hukum-wanita-memakai-parfum-atau-wewangian-baik-lajang-atau

Lihat juga: Hukum Wanita Memakai Parfum atau Wewangian Baik Lajang atau Bersuami


Fiqih Wanita Fiqih Laki-Laki Fiqih Nikah Hukum Parfum