Diantara Prinsip Dasar Yang Diajarkan Para Salaf

Dhika Syahputra
06 March 2020 - 13:19


Diantara Prinsip dasar yang diajar kan Oleh para Salaf kita sebagaimana Shahahat Ali bin Abi Thalib -radhiyallahu ‘anhu- berkata :

اُنْظُرُوا عَمَّنْ تَأْخُذُونَ هَذَا الْعِلْمَ فَإِنَّمَا هُوَ دِينٌ

“Perhatikanlah dari siapa kamu mengambil ilmu ini, karena sesungguhnya ia adalah agama" (📚 Al Imam Al Khaththib Al Baghdadi di dalam Al Kifayah, hlm. 121)

Al Imam Muhammad biin Sirin – ulama tabi’in muridnya Anas bin Malik – mengingatkan:

إن هذا العلم دين ، فانظروا عمن تأخذون دينكم

Ilmu adalah bagian dari agama, karena itu perhatikan, dari mana kalian mengambil agama kalian. (📚 Siyar A’lam An-Nubala’, 4/606)

Maka sepantasnya dan dalam rangka meneladani petuah generasi terbaik ummat ini perlu kita lihat terlebih dahulu siapa? Di atas Manhaj siapa? Dengan siapa dia duduk bermajlis?! Siapa temannya?!

Ini atsar Salaf kita dalam beragama;

✓ Abu Hurairah berkata, Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda :

“(Agama) seseorang (dikenal) dari agama temannya maka perhatikanlah siapa temanmu.” (📚 As Shahihah, no. 927)

✓ Al Imam Al A’masy (salah satu perowi Al Bukhari) mengatakan :

“Biasanya Salafus Shalih tidak menanyakan (keadaan) seseorang sesudah (mengetahui) tiga hal yaitu jalannya, tempat masuknya, dan teman-temannya.” (📚 Al Ibanah 2/476 no. 498)

✓ Abdullah bin Mas’ud berkata :

“Nilailah tanah ini dengan nama-namanya dan nilailah seorang teman dengan siapa ia berteman.” (📚 Al Ibanah 2/479 no. 509-510)

✓ Ketika Sufyan Ats Tsaury datang ke Bashrah melihat keadaan Ar Rabi’ bin Shabiih dan kedudukannya di tengah ummat, Yahya bin Sa’id Al Qaththan berkata :

"Ia bertanya apa madzhabnya?”

Mereka menjawab bahwa madzhabnya tidak lain adalah As Sunnah, ia berkata lagi :

“Siapa teman baiknya?”

Mereka menjawab : “Qadary.”

Beliau berkata : “Berarti ia seorang Qadariy.” (📚 Al Ibanah 2/453 no. 421)

✓ Imam Abu Daud As Sijistaniy berkata, saya berkata kepada Imam Abu Abdillah Ahmad bin Hanbal (jika) saya melihat seorang Sunniy bersama ahli bid’ah apakah saya tinggalkan ucapannya?

Beliau menjawab :

"Tidak. Sebelum kamu terangkan kepadanya bahwa orang yang kamu lihat bersamanya itu adalah ahli bid’ah. Maka jika ia menjauhinya, tetaplah bicara dengannya dan jika tidak mau gabungkan saja dengannya (anggap saja ia ahli bid’ah). Ibnu Mas’ud pernah berkata, seseorang itu (dinilai) siapa teman dekatnya.” (📚 Thabaqat Hanabilah 1/160 no. 216)

✓ Muhammad bin Abdullah Al Ghalabiy mengatakan :

“Ahli bid’ah itu akan menyembunyikan segala sesuatu kecuali persatuan dan persahabatan (di antara mereka).” (📚 Al Ibanah 1/205 no. 44 dan 2/482 no. 518)

 ✓ Ayyub As Sikhtiyani diundang untuk memandikan jenazah kemudian beliau berangkat bersama beberapa orang.

Ketika penutup wajah jenazah itu disingkapkan beliau segera mengenalinya dan berkata :

“Kemarilah –kepada– temanmu ini, saya tidak akan memandikannya karena saya pernah melihatnya berjalan dengan seorang ahli bid’ah.” (📚 Al Ibanah 2/478 no. 503)

✓ Ibnu Aun mengatakan :

“Siapa pun yang duduk dengan ahli bid’ah ia lebih berbahaya bagi kami dibanding ahli bid’ah itu sendiri.” (📚 Al Ibanah 2/273 no

 486)

✓ Ibnu Taimiyyah mengatakan :

“Dan siapa yang selalu berprasangka baik terhadap mereka (ahli bid’ah) –dan mengaku belum mengetahui keadaan mereka– kenalkanlah ahli bid’ah itu padanya maka jika ia telah mengenalnya namun tidak menampakkan penolakan terhadap mereka, gabungkanlah ia bersama mereka dan anggaplah ia dari kalangan mereka juga.” (Al Majmu’ Al Fatawa 2/133) (disadur dari kitab Lamudduril Mantsur minal Qaulil Ma’tsur, karya Syaikh Abu Abdillah Jamal bin Furaihan Al Haritsi)

Jika ada kekurangan dan kesalahan mohon dimaafkan, karna kesempurnaan hanya Milik Allah Tabaraka Wa Ta'ala. Semoga Bermanfaat.

Baarakallahu Fiikum...

Manhaj Salaf Prinsip Salaf Jalan Salaf