Keutamaan Tauhid 01

Dhika Syahputra
21 February 2020 - 08:00


*KEUTAMAAN TAUHID*01

1. Ahli Tauhid Mendapatkan Keamanan dan Petunjuk

Seseorang yang bertauhid dengan benar akan mendapatkan rasa aman dan petunjuk. Allah Ta’ala menegaskan dalam firman-Nya:

الَّذِينَ ءَامَنُوا وَلَمْ يَلْبِسُوا إِيمَانَهُمْ بِظُلْمٍ أُوْلَئِكَ لَهُمُ اْلأَمْنُ وَهُم مُّهْتَدُونَ

“Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik), mereka itulah yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (Qur'an Surah. Al An’am:82)

✏ Asy Syaikh Shaleh Al Fauzan -hafizhahullahu Ta'ala- Menjelaskan:

Kezaliman meliputi tiga perkara :

1》 Kezhaliman terhadap hak Allah yaitu dengan berbuat syirik

2》 Kezhaliman seseorang terhadap dirinya sendiri yaitu dengan berbuat maksiat.

3》 Kezhaliman seseorang terhadap orang lain yaitu dengan menganiaya orang lain.

》 Kezhaliman adalah: menempatkan sesuatu tidak pada tempatnya.

○ Kenapa Kesyirikan disebut kezhaliman!?

☝karena menujukan ibadah kepada yang tidak berhak menerimanya. Ini merupakan kezaliman yang paling zhalim❗

💥 Hal ini karena pelaku syirik menujukan ibadah kepada yang tidak berhak menerimanya, mereka menyamakan Al Khaaliq (Sang Pencipta) dengan makhluk, menyamakan yang lemah dengan Yang Maha Perkasa. Manakah kezaliman yang lebih parah dari ini? (📚 Lihat I’aanatul Mustafiid bi Syarhi Kitaabi at Tauhiid hlm. 52-53)

Tafsir

---------

Yang dimaksud dengan kezhaliman dalam ayat di atas adalah : SYIRIK,

Sebagaimana dijelaskan oleh Rasulullah -shalallahu ‘alaihi wa salaam- ketika menafsirkan ayat ini. Shahabat Ibnu Mas’ud -radhiyallahu ‘anhu- mengatakan:

“Ketika ayat ini turun, terasa beratlah di hati para shahabat -radhiyallahu 'anhum- mereka mengatakan siapakah di antara kita yang tidak pernah menzalimi dirinya sendiri (berbuat maksiat),

Maka Rasulullah -shalallahu ‘alaihi wa salaam- bersabda:

“Tidak demikian, akan tetapi yang dimaksud (dengan kezhaliman pada ayat tersebut) adalah kesyirikan❗

Beliau -shallallahu 'alaihi wa sallam- berkata:

☝Tidakkah kalian pernah mendengar ucapan (Nabi) Lukman ('alaihi sallam) kepada anaknya, “Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, (karena-pent) Sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar” (Qur'an Surah Lukman: 13)” (Diriwayatkan Al Imam Al Bukhari dalam Shahih-ya no. 3445 dan Imam Muslim dalam Shahih-nya no. 124, dari Shahabat 'Abdullah -radhiyallahu 'anhu-)

2. Ahli Tauhid Pasti Masuk Surga

Dari Shahabat 'Ubadah bin Shamit -radhiyallahu 'anhu- bahwasanya : Rasulullah -shalallahu ‘alaihi wa salaam- bersabda:

من شهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأن محمداً عبده ورسوله، وأن عيسى عبد الله ورسوله وكلمته ألقاها إلى مريم وروح منه، والجنة حق، والنار حق أدخله الله الجنة على ما كان من العمل!

“Barangsiapa yang bersyahadat (bersaksi) bahwa tidak ada ilah (sesembahan) yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan rasul-Nya, dan ‘Isa adalah hamba dan rasul-Nya, dan kalimat yang disampaikan-Nya kepada Maryam serta ruh dari-Nya, dan bersaksi bahwa surga dan neraka benar adanya, maka Allah akan memasukkannya ke dalam surga, sesuai amal yang telah dikerjakakannya” (📚 HR. Al Bukhari 3435 dan Muslim 28)

✏ Asy Syaikh Shaleh Al Fauzan -hafizhahullahu Ta'ala- Menjelaskan:

☝Ini merupakan janji dari Allah Ta’ala untuk ahli tauhid bahwa Allah akan memasukkan mereka ke dalam surga. Ahlu tauhid adalah mereka yang bersyahadat (bersaksi) dengan persaksian yang disebut dalam hadist di atas. Maksud syahadat yang benar harus terkandung tiga hal yaitu mengucapkannya dengan lisan, mengilmui maknanya, dan mengamalkan segala konsekuensinya, tidak cukup hanya sekadar mengucapkannya saja.

Yang dimaksud dengan ‘alaa maa kaana minal ‘amal (sesuai amal yang telah dikerjakannya) ada dua tafsiran:

Pertama: Mereka akan masuk surga walaupun memiliki dosa-dosa selain syirik karena dosa-dosa selain syirik tersebut tidak menghalanginya untuk masuk ke dalam surga, baik masuk surga secara langsung maupun pada akhirnya masuk surga walau sempat diadzab di neraka. Ini merupakan keutamaan tauhid yang dapat menghapuskan dosa-dosa dengan izin Allah dan menghalangi seseorang kekal di neraka.

Kedua: Mereka akan masuk surga, namun kedudukan mereka dalam surga sesuai dengan amalan mereka, karena kedudukan seseorang di surga bertingkat-tingkat sesuai dengan amal shalihnya. (📚 Lihat I’aanatul Mustafiid bi Syarhi Kitaabi at Tauhiid hlm. 64)

Semoga janji Allah dan Rasul-Nya di atas, semakin memotivasi kita untuk terus mempelajari tauhid dan mengamalkannya.

[Bersambung insya Allah KEUTAMAAN TAUHID 02

Jika ada kekurangan dan kesalahan mohon dimaafkan, karna kesempurnaan hanya Milik Allah Tabaraka Wa Ta'ala. Semoga Bermanfaat.

Baarakallahu Fiikum


Ahlus Sunnah Al Jama'ah Aqidah Salaf