Keutamaan Tauhid 02

Dhika Syahputra
21 February 2020 - 08:15


KEUTAMAAN TAUHID 02

3. Ahli Tauhid Diampuni Dosa-dosanya

Dengan melaksanakan tauhid secara benar, menjadi sebab terbesar dapat menghapus dosa-dosa kita. Rasulullah ๏ทบ bersabda:

ู‚ุงู„ ุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰: ูŠุง ุงุจู† ุขุฏู…ุ› ู„ูˆ ุฃุชูŠุชู†ูŠ ุจู‚ุฑุงุจ ุงู„ุฃุฑุถ ุฎุทุงูŠุงุŒ ุซู… ู„ู‚ูŠุชู†ูŠ ู„ุง ุชุดุฑูƒ ุจูŠ ุดูŠุฆุงู‹ ู„ุฃุชูŠุชูƒ ุจู‚ุฑุงุจู‡ุง ู…ุบูุฑุฉ

โ€œAllah berfirman: "Wahai anak adam, sesungguhnya sekiranya kamu datang kepada-Ku dengan kesalahan sepenuh bumi, kemudian kamu datang kepada-Ku tanpa menyekutukan sesuatu pun dengan-Ku, maka Aku akan mendatangimu dengan ampunan sepenuh bumi pula" (๐Ÿ“š HR. Tirmidzi, no. 3540, Imam Ad Darimi, no. 2791, Imam Ahmad 5/176)

โœ Asy Syaikh Shaleh Al Fauzan Menjelaskan:

Dalam hadist ini Nabi ๏ทบ mengkhabarkan tentang luasnya keutamaan dan rahmat Allah โ€˜Azza wa Jalla.

Allah akan menghapus dosa-dosa yang sangat banyak selama itu bukan dosa syirikโ— Makna hadist ini seperti firman Allah Taโ€™ala:

ุฅูู†ูŽู‘ ุงู„ู„ู‡ูŽ ู„ุงูŽูŠูŽุบู’ููุฑู ุฃูŽู† ูŠูุดู’ุฑูŽูƒูŽ ุจูู‡ู ูˆูŽูŠูŽุบู’ููุฑู ู…ูŽุงุฏููˆู†ูŽ ุฐูŽู„ููƒูŽ ู„ูู…ูŽู† ูŠูŽุดูŽุขุกู ูˆูŽู…ูŽู† ูŠูุดู’ุฑููƒู’ ุจูุงู„ู„ู‡ู ููŽู‚ูŽุฏู ุงูู’ุชูŽุฑูŽู‰ ุฅูุซู’ู…ู‹ุง ุนูŽุธููŠู…ู‹ุง

โ€œSesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besarโ€ (๐Ÿ“” Qur'an Surah. An Nisaaโ€™:48)

Hadist ini merupakan dalil bahwa tauhid mempunyai pahala yang besar dan bisa menghapuskan dosa yang sangat banyak. (๐Ÿ“– Lihat Al Mulakhos fii Syarhi Kitaabi at Tauhiid hlm. 29)

4. Jaminan Bagi Masyarakat yang Bertauhid

Bukan hanya individu saja yang mendapatksn keutamaan dan kebaikan (dari ber)Tauhid.

Bahkan Jika suatu masyarakat (negeri-red) benar-benar merealisasikan tauhid dalam kehidupan mereka,

Maka Allah Taโ€™ala akan memberikan jaminan bagi mereka sebagaimana firman-Nya :

ูˆูŽุนูŽุฏูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ุขู…ูŽู†ููˆุง ู…ูู†ูƒูู…ู’ ูˆูŽุนูŽู…ูู„ููˆุง ุงู„ุตู‘ูŽุงู„ูุญูŽุงุชู ู„ูŽูŠูŽุณู’ุชูŽุฎู’ู„ูููŽู†ู‘ูŽู‡ูู… ูููŠ ุงู„ู’ุฃูŽุฑู’ุถู ูƒูŽู…ูŽุง ุงุณู’ุชูŽุฎู’ู„ูŽููŽ ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ู…ูู† ู‚ูŽุจู’ู„ูู‡ูู…ู’ ูˆูŽู„ูŽูŠูู…ูŽูƒู‘ูู†ูŽู†ู‘ูŽ ู„ูŽู‡ูู…ู’ ุฏููŠู†ูŽู‡ูู…ู ุงู„ู‘ูŽุฐููŠ ุงุฑู’ุชูŽุถูŽู‰ ู„ูŽู‡ูู…ู’ ูˆูŽู„ูŽูŠูุจูŽุฏู‘ูู„ูŽู†ู‘ูŽู‡ูู… ู…ู‘ูู† ุจูŽุนู’ุฏู ุฎูŽูˆู’ููู‡ูู…ู’ ุฃูŽู…ู’ู†ู‹ุง ูŠูŽุนู’ุจูุฏููˆู†ูŽู†ููŠ ู„ูŽุง ูŠูุดู’ุฑููƒููˆู†ูŽ ุจููŠ ุดูŽูŠู’ุฆู‹ุง ูˆูŽู…ูŽู† ูƒูŽููŽุฑูŽ ุจูŽุนู’ุฏูŽ ุฐูŽู„ููƒูŽ ููŽุฃููˆู’ู„ูŽุฆููƒูŽ ู‡ูู…ู ุงู„ู’ููŽุงุณูู‚ููˆู†ูŽ

"Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengamalkan amal shalih, bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di muka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka tetap beribadah kepada-Ku dengan tidak mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. (๐Ÿ“– Qur'an Surah. An Nur: 55)

ใ€‹Al Hafidz Ibnu Katsir -rahimahullah- berkata:

โ€œKarena para shahabat -semoga Allah meridhoi mereka- sepeninggal Nabi ๏ทบ adalah orang paling banyak menegakkan perintah-perintah Allah, dan paling taโ€™at kepada Allah Azza wa Jalla, maka pertolongan yang mereka dapatkan sesuai dengan amalan mereka. Mereka menegakkan kalimat Allah di belahan bumi bagian timur dan barat, maka Allah benar-benar meneguhkan mereka. Sehingga mereka berhasil menguasai umat manusia dan berbagai negeri. Dan tatkala umat Islam sepeninggal mereka melakukan kekurangan dalam sebagian syariโ€™at, maka kejayaan mereka berkurang seiring dengan amalan mereka.โ€ (๐Ÿ“š Tafsir Ibnu Katsir 3/302)

ใ€‹Al Imam Al Qurthubi -rahimahullah- berpendapat bahwa janji Allah dalam ayat tersebut berlaku umum untuk seluruh umat Muhammad ๏ทบ

ู‡ูŽุฐูู‡ู ุงู„ู’ุญูŽุงู„ู ู„ูŽู…ู’ ุชูŽุฎู’ุชูŽุตูŽู‘ ุจูุงู„ู’ุฎูู„ูŽููŽุงุกู ุงู„ู’ุฃูŽุฑู’ุจูŽุนูŽุฉู ุฑูŽุถููŠูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุนูŽู†ู’ู‡ูู…ู’ ุญูŽุชูŽู‘ู‰ ูŠูุฎูŽุตูู‘ูˆุง ุจูู‡ูŽุง ู…ูู†ู’ ุนูู…ููˆู…ู ุงู„ู’ุขูŠูŽุฉูุŒ ุจูŽู„ู’ ุดูŽุงุฑูŽูƒูŽู‡ูู…ู’ ูููŠ ุฐูŽู„ููƒูŽ ุฌูŽู…ููŠุนู ุงู„ู’ู…ูู‡ูŽุงุฌูุฑููŠู†ูŽ ุจูŽู„ู’ ูˆูŽุบูŽูŠู’ุฑูู‡ูู…โ€ฆ ููŽุตูŽุญูŽู‘ ุฃูŽู†ูŽู‘ ุงู„ู’ุขูŠูŽุฉูŽ ุนูŽุงู…ูŽู‘ุฉูŒ ู„ูุฃูู…ูŽู‘ุฉู ู…ูุญูŽู…ูŽู‘ุฏู ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูŽู‘ู…ูŽ ุบูŽูŠู’ุฑู ู…ูŽุฎู’ุตููˆุตูŽุฉู.

โ€œJanji Allah ini tidak terbatas hanya untuk Khulafa-ur Rasyidin -radhiallahu โ€™anhum- saja, sampai harus dikhususkan dari keumuman ayat. Bahkan segenap Muhajirin dan kaum muslimin yang lain juga masuk dalam janji-janji ayat ini (tentu saja jika syarat-syaratnya terpenuhi-pent)โ€ฆ sampai pada ucapan beliauโ€ฆ Maka pendapat yang shahih adalah bahwa ayat ini berlaku umum untuk umat Muhammad ๏ทบ, tidak bersifat khusus (untuk generasi tertentu dari umat ini-pen).โ€ (๐Ÿ“š Lihat Tafsir Al-Qurthubi 12/299)

Dan Asy Syaikh Abdurrahman As-Saโ€™di -rahimahullah- mengatakan:

ูˆู„ุง ูŠุฒุงู„ ุงู„ุฃู…ุฑ ุฅู„ู‰ ู‚ูŠุงู… ุงู„ุณุงุนุฉุŒ ู…ู‡ู…ุง ู‚ุงู…ูˆุง ุจุงู„ุฅูŠู…ุงู† ูˆุงู„ุนู…ู„ ุงู„ุตุงู„ุญุŒ ูู„ุง ุจุฏ ุฃู† ูŠูˆุฌุฏ ู…ุง ูˆุนุฏู‡ู… ุงู„ู„ู‡ุŒ ูˆุฅู†ู…ุง ูŠุณู„ุท ุนู„ูŠู‡ู… ุงู„ูƒูุงุฑ ูˆุงู„ู…ู†ุงูู‚ูŠู†ุŒ ูˆูŠูุฏูŠู„ู‡ู… ููŠ ุจุนุถ ุงู„ุฃุญูŠุงู†ุŒ ุจุณุจุจ ุฅุฎู„ุงู„ ุงู„ู…ุณู„ู…ูŠู† ุจุงู„ุฅูŠู…ุงู† ูˆุงู„ุนู…ู„ ุงู„ุตุงู„ุญ.

โ€œ(Janji Allah Ta'ala dalam ayat ini) akan senantiasa berlaku sampai hari kiamat, selama mereka (kaum muslimin) menegakkan iman dan amal shalih. Diraihnya apa yang telah dijanjikan Allah, adalah sebuah kepastian. Kemenangan orang-orang kafir dan munafik pada sebagian masa, serta berkuasanya mereka di atas kaum muslimin, tidak lain disebabkan oleh pelanggaran kaum muslimin dalam iman dan amal shalih.โ€ (๐Ÿ“š Lihat Tafsir as-Saโ€™di hlm. 573)

Semua janji-janji Allah tersebut di atas, mulai dari kekuasaan di muka bumi, kekokohan dan kejayaan agama, sampai ketentraman negara, tidak akan dapat dicapai kecuali dengan syarat yang tersebut di akhir ayat tadi; yaitu menegakkan tauhid (hanya beribadah kepada Allah taโ€™ala) dan meninggalkan syirik.

Bersambung insya Allah

Jika ada kekurangan dan kesalahan mohon dimaafkan, karna kesempurnaan hanya Milik Allah Tabaraka Wa Ta'ala. Semoga bermanfaat.

Baarakallahu Fiikum