Tata Cara Shalat 'Eid di Rumah

Hamzah
23 May 2020 - 18:50


Tata Cara Shalat 'Eid di Rumah

1]. Mandi sebelum melakukan shalat 'Eid.

2]. Memakai wewangian.

Berhias dengan pakaian yang bagus.

3]. Memakan kurma dalam jumlah ganjil: 3, 5, atau 7 butir, sebelum melaksanakan shalat 'Eid (Apabila tidak ada kurma, bisa dengan memakan sesuatu yang manis, seperti madu).

4]. Bertakbiran sambil menunggu shalat, dengan lafadz.

[Allahu akbar, Allaahu akbar. Laa ilaaha illallaahu wallahu akbar, Allaahu akbar wa lillaahil-hamd]

5]. Melaksanakan shalat 'Eid pada waktunya.

Adapun waktunya dimulai dari pagi saat matahari mulai meninggi naik dari ufuk sampai keluar dari waktu dilarangnya shalat saat terbit matahari. Disunnahkan mengakhirkan shalat ‘Iedul Fithri dan menyegerakan shalat ‘Iedul Adlha.

6]. Tanpa mengumandangkan adzan dan iqamah, termasuk tanpa seruan “Ash Shalatu jami’ah”, menurut pendapat yang lebih kuat.

7]. Shalat 'Eid dilaksanakan tetap dua rakaat boleh dengan suara keras atau jahr, dengan niat shalat 'Eid.

8]. Disunnahkan menambah takbir tujuh kali setelah takbiratul ihram pada rakaat pertama, dan lima kali setelah takbir intiqal (takbir saat berdiri) pada rakaat yang kedua.

9]. Pada setiap takbir disunnahkan untuk mengangkat tangan.

10]. Bacaan istiftah, dibaca setelah takbiratul ihram, lalu takbir 7 kali.

11]. di sela-sela/diantara dua takbir diucapkan pujian dan sanjungan kepada Allah ﷻ”.

12]. Disunnahkan membaca surat Al A’la dan Al Ghasyiyah setelah Al Fatihah. Atau bisa membaca surah Qaaf; wal qur’aanil majiid dan Surat Al Qamar; Iqtarabatis saa’ati wan syaqal qamar”

13]. Tanpa Khutbah bagi yang shalat sendirian. Adapun bagi yang berjamaah? Khatbah dalam shalat 'Eid adalah sunnah, menurut empat mazhab.

14]. Untuk Kaifiyat lainnya maka seperti shalat biasa, tidak ada perbedaan.

Demikian penjelasan ringkas yang bisa kami sampaikan. Kami memohon maaf atas segala kekurangan dan keterbatasan. Semoga Allah ﷻ menerima amal ibadah kita selama Ramadhan dan selain Ramadhan. Semoga pula Allah memaafkan kekurangannya.

Selamat berhari raya. Semoga tetap berbahagia walau beriring duka. Semoga kesedihan ini segera Allah ganti dengan berlipat-lipat kebahagiaan. Semoga pula wabah ini segera berakhir dan berganti dengan berkah.





1]. Mandi sebelum melakukan shalat 'Eid.

2]. Memakai wewangian.

Berhias dengan pakaian yang bagus.

3]. Memakan kurma dalam jumlah ganjil: 3, 5, atau 7 butir, sebelum melaksanakan shalat 'Eid (Apabila tidak ada kurma, bisa dengan memakan sesuatu yang manis, seperti madu).

4]. Bertakbiran sambil menunggu shalat, dengan lafadz.

[Allahu akbar, Allaahu akbar. Laa ilaaha illallaahu wallahu akbar, Allaahu akbar wa lillaahil-hamd]

5]. Melaksanakan shalat 'Eid pada waktunya.

Adapun waktunya dimulai dari pagi saat matahari mulai meninggi naik dari ufuk sampai keluar dari waktu dilarangnya shalat saat terbit matahari. Disunnahkan mengakhirkan shalat ‘Iedul Fithri dan menyegerakan shalat ‘Iedul Adlha.

6]. Tanpa mengumandangkan adzan dan iqamah, termasuk tanpa seruan “Ash Shalatu jami’ah”, menurut pendapat yang lebih kuat.

7]. Shalat 'Eid dilaksanakan tetap dua rakaat boleh dengan suara keras atau jahr, dengan niat shalat 'Eid.

8]. Disunnahkan menambah takbir tujuh kali setelah takbiratul ihram pada rakaat pertama, dan lima kali setelah takbir intiqal (takbir saat berdiri) pada rakaat yang kedua.

9]. Pada setiap takbir disunnahkan untuk mengangkat tangan.

10]. Bacaan istiftah, dibaca setelah takbiratul ihram, lalu takbir 7 kali.

11]. di sela-sela/diantara dua takbir diucapkan pujian dan sanjungan kepada Allah ﷻ”.

12]. Disunnahkan membaca surat Al A’la dan Al Ghasyiyah setelah Al Fatihah. Atau bisa membaca surah Qaaf; wal qur’aanil majiid dan Surat Al Qamar; Iqtarabatis saa’ati wan syaqal qamar”

13]. Tanpa Khutbah bagi yang shalat sendirian. Adapun bagi yang berjamaah? Khatbah dalam shalat 'Eid adalah sunnah, menurut empat mazhab.

14]. Untuk Kaifiyat lainnya maka seperti shalat biasa, tidak ada perbedaan.

Demikian penjelasan ringkas yang bisa kami sampaikan. Kami memohon maaf atas segala kekurangan dan keterbatasan. Semoga Allah ﷻ menerima amal ibadah kita selama Ramadhan dan selain Ramadhan. Semoga pula Allah memaafkan kekurangannya.

Selamat berhari raya. Semoga tetap berbahagia walau beriring duka. Semoga kesedihan ini segera Allah ganti dengan berlipat-lipat kebahagiaan. Semoga pula wabah ini segera berakhir dan berganti dengan berkah.